Thursday, February 26, 2015

Surat Yang Ditulis Untuk Ulang Tahun Ke-18

Sebenarnya aku benci ketika kau berulang tahun. Aku benci karena aku harus menyiapkan kejutan dan hadiah. Bukan, bukan benci lebih tepatnya. Tetapi aku memang payah dalam dua hal tersebut. Pertama, setiap kali aku menyusun kejutanku untukmu, yang ada hanya gagal dan kau malah mengetahuinya lebih dulu. Kedua, setiap kali aku harus memberikan hadiah padamu, aku bingung harus memberikan apa. Aku sudah berfikir lebih dari seminggu, tetapi nampaknya sia-sia. Jadi, aku memilih untuk tidak melakukan apa-apa.

Aku ingin mengajakmu jalan-jalan sebagai hadiah di hari ulang tahunmu. Pergi ke tengah laut yang pinggirnya dikelilingi pegunungan, kemudian kita duduk di atas perahu kecil dan menghabiskan hari di sana. Tidak usah takut jika tersengat terik, sayang. Karena aku pasti akan membawakanmu topi yang besar, yang ada rumbai-rumbainya. Kau pasti sangat tampan jika mengenakannya. Kemudian kita mengulur kail pancing dan melemparnya sejauh mungkin. Jika tidak mendapat ikan tidak apa-apa, sayang. Tidak usah memaksa. Toh kita juga tidak akan mati kelaparan jika tidak mendapat ikan. Aku pasti akan membawakanmu bekal yang banyak untuk kita seharian. Kamu tidak usah takut jika aku tiba-tiba mendorongmu ke laut sambil mengucapkan “Hei selamat ulang tahun ya”. Aku tahu kau tidak bisa berenang, jadi pasti tidak akan ku lakukan. Tenang saja, sayang.

Kalau kau tidak suka menghabiskan hari di atas perahu juga tidak apa-apa. Aku bisa mengajakmu untuk bermain layang-layang di tanah lapang. Kita tidak perlu susah payah untuk menaikkan layangannya, karena angin pasti akan bersahabat denganmu. Setelah lelah, aku akan mengeluarkan roti isi milikku, kemudian membaginya denganmu. Kita duduk di bawah pohon beringin di sisi barat. Berdendang menikmati alunan angin, kemudian aku bersandar di pahamu, sambil memetik jemarimu.

Aku tahu di umurmu yang ke 18 ini kau tidak lagi membutuhkan roti dan lilin.
Aku tahu di umurmu yang ke 18 ini kau tidak lagi membutuhkan gandum dan telur.
Aku tahu di umurmu yang ke 18 ini kau tidak lagi membutuhkan kejutan dan hadiah.
Yang aku tahu, di umurmu yang ke 18 ini, yang kau butuhkan hanyalah doa.
Aku selalu berdoa yang terbaik untukmu, sayang. Semoga semesta turut mengaminkan doa-doaku untukmu, dan doamu tentu saja. Semoga keberuntungan dan Tuhan selalu bersamamu.

Kau tidak perlu hal-hal yang spesial agar bisa menjadi spesial di hari spesialmu. Bahkan, ketika kau diam pun kau sudah sangat spesial.
Selamat ulang tahun.



3 tahun yang lalu masih anak-anak.
Tetapi, tidak perlu menjadi anak-anak lagi kan jika ingin bermain layang-layang?

No comments:

Post a Comment