Showing posts with label quotes. Show all posts
Showing posts with label quotes. Show all posts
Wednesday, November 13, 2013
Sunday, July 28, 2013
Kamu Hebat, Ya?
Surat ini kubuat dalam waktu yang sangat singkat pagi ini. Aku tidak berpikir panjang dalam merangkai bait-bait kalimat ini. Atau lebih tepatnya, mungkin aku sedang tidak bisa berpikir secara normal. Mungkin saja pikiranku sedang penuh dengan sampah-sampah masa lalu.
Sesungguhnya tadi malam aku berniat menghabiskan waktuku untuk menulis surat sambil ditemani bercangkir-cangkir kopi dan dan beberapa syair lagu. Entah kecapaian atau akunya yang sedang tidak enak badan, tetapi aku malah ketiduran dan membiarkan laptopku menyala hingga dini hari. Jadi aku baru sempat menulisnya sekarang.
Oiya, aku belum menyapa dan mengucapkan selamat pagi. Jadi langsung saja. Hai. Selamat pagi. Selanjutnya, apa aku perlu menanyakan kabarmu? Kabarmu pasti baik-baik saja, bukan? Mungkin sekarang kamu sedang duduk di balkon sambil menyeduh secangkir coklat dan ditemani beberapa batang rokok. Atau mungkin kamu sedang bermain games dengan senang dan gembira. Atau mungkin kamu sudah tersenyum lagi bersama perempuan lain. Atau mungkin kamu sedang tidur nyenyak dan merangkai mimpimu sendiri. Atau mungkin, mungkin kamu sedang tertawa terbahak-bahak karena memenangkan drama ini. Aku tidak akan mengganggu kebahagianmu lagi.
Aku? Aku baik-baik saja. Aku sudah bisa berdiri sendiri. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkanku lagi.
Semua kalimatku di sini memang tidak sistematis. Aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Ini terlalu rumit dan diluar nalarku sendiri. Kamu bilang aku berubah, lantas apa kamu juga tidak berpikir kalo kamu berubah? Semakin hari kamu semakin aneh. Semakin hari kamu semakin tidak bisa dinalar. Semakin hari aku semakin tidak mengerti jalan pikiranmu. Untuk apa bertahan kalau sudah tidak ada kepercayaan lagi di antara kita? Cuma sama-sama menyakiti. Cuma saling mengukir luka. Memang tidak ada perpisahan yang baik-baik saja. Pasti ada yang terluka, entah salah satu atau justru keduanya. Aku tidak mau pada akhirnya cinta adalah kita yang saling benci.
"Beberapa perpisahan memang harus ada, karena bertahan tak selalu berarti bahagia." -Mentari
Surat terakhir yang kamu kirim melalui email membuatku tidak bisa berkata-kata. Aku terdiam dalam waktu yang sangat lama hingga akhirnya air mata memecah kesunyian yang ada dalam tubuhku. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya ada di pikiranmu. Aku tidak habis pikir kenapa kamu tega melakukannya. Dan kamu melibatkan banyak sekali orang-orang di dalamnya, bukan cuma aku semata. Tetapi terimakasih, setidaknya aku sudah menjadi pemeran utama dalam ceritamu. Secara tidak langsung aku sudah menjadi actress tanpa bayaran.
Apa kamu tidak pernah membayangkan bagaimana rasanya menjadi aku? Aku ini terlalu rapuh. Kenapa kamu tidak memilih seseorang yang lebih kuat agar bisa kau jadikan pemeran dalam sandiwaramu itu? Hahahahahahaha. I'm a loser baby, so why don't you kill me? Bunuh saja daripada tersiksa lama-lama.
Oiya, aku hampir saja lupa. Terimakasih juga atas segala-galanya. Mungkin saja sayangmu hanya mainan, rindumu hanya candaan, perhatianmu hanya gurauan. Karena semuanya sudah tersusun rapih sejak awal. Tons of applause for you. Aku berikan penghargaan tertinggi untukmu. Kamu. Hebat. Tapi. Jahat.
Kamu itu manusia pengukir luka, ya? Good.
Untuk,
Manusia.
Dari,
Manusia.
Tuesday, July 2, 2013
Aku Bebas
Tiga hari kedepan aku akan duduk di ruangan ini. Mendengarkan seorang pembicara bersama 16 orang partner lain dengan variasi gen yang ada, termasuk usia. Aku merasa aku paling muda, usiaku baru saja menginjak enam belas tahun, tetapi saat ini berada di CD Bethesda untuk mengikuti Pelatihan Konseling dan Intervensi Psikologi Dasar. How lucky :)))
Hari pertama, cukup membuatku berkali-kali berkata "kayanya emang salah deh ikut kegiatan ini, yang lainnya udah pengalaman, lha sini kopong banget gatau apa-apa." Awal pertemuan kami ada kontrak belajar dan juga disuruh menuliskan harapan untuk 3 hari kedepan setelah mengikuti kegiatan ini. Aku bingung. Aku merasa sangat kopong. Jangankan untuk mengerti materi, untuk sekedar mencerna apa yang dikatakan pembicara saja susah haha-_- dan tanpa pikir panjang aku lalu menuliskan harapanku di kertas berwarna kuning: nggak pahpoh. Hanya dua kata memang :)))
Hari kedua berjalan biasa saja, dan aku sudah mulai terbiasa. Ada beberapa praktek yang aku lakukan di sana. Ketika aku menjadi konseli, entah kenapa aku bisa menceritakan masalahku yang sebegitu rumit kepada mereka yang baru saja aku kenal. Aku meluapkan segala unek-unek yang selama ini membayangi pikiran. Semua orang memang butuh tempat sampah. Yang selama ini disembunyikan di balik topeng juga suatu saat akan butuh pelampiasan untuk membuang sampah-sampahnya. Hakikatnya memang manusia membutuhkan orang lain untuk berbagi cerita canda tawa suka duka dan luka.
"Cinta itu harus memiliki. Kalo enggak itu namanya cuma perasaan." -Someone.
Tetapi disaat itu pembicaranya mengatakan bahwa kita tidak membutuhkan suatu objek untuk menujukkan keberadaan kita. Dengan atau tanpa dia, kita masih bisa mencintainya. Cinta itu tulus, tanpa sebuah alasan, tanpa rasa pamrih yang mendalam. Tetapi jangan menaruh perasaan terlalu dalam, karena jika bahagianya bersama orang lain, maka kita tidak terlarut-larut dalam kesedihan.
Hari ketiga, aku mendapatkan pelajaran baru lagi. Ini kali pertama aku melakukan sebuah meditasi. Lama sekali. Pertama kali aku memejamkan mata, kepalaku terasa sakit, semua masalahku tergambar di pikiran, berotasi tanpa arah dan tujuan. Semakin lama, kepalaku merasa agak baikan. Masalah yang tadinya memenuhi otak kini berubah menjadi pikiran bahagia tentang hal yang aku suka. Gunung. Laut. Teater. Puisi. Kata. Salsa. Ah :"). Ketika aku membuka mata, aku serasa terbangun dari sebuah ketidaksadaran yang cukup lama. Pikiranku seperti kembali nol. Seperti awal dulu. Aku tidak merasa terbebani lagi dengan semua masalah yang tiap hari bercumbu memenuhi pikiranku. Aku bebas.
Yogyakarta, 28 29 30 Juni 2013.
Terimakasih untuk 3 hari luar biasa ini.
Warmly,
Alfu.
Tuesday, June 25, 2013
Tuesday, May 7, 2013
Kesalahan hanya membuatmu dewasa. Senyuman mampu meringankan luka. Sahabat akan selalu ada disaat kamu membutuhkannya.
-Pak Waldi.
-Pak Waldi.
Thursday, November 29, 2012
Hidup
Kadang-kadang aku kepikiran makna hidup yang sebeneranya. Hakikat hidup yang sesungguhnya itu apa? Apa iya, hidup itu cuma sekolah, belajar, cari kerjaan, menikah, punya anak, jadi tua trus mati?
Sekolah&belajar, itu tuntutan sih. Mau nggak mau ya harus mau. Kepaksa nggak kepaksa ya harus dipaksa. Capek nggak capek ya harus tetep sekolah. "Kalo nggak sekolah, mau jadi apa besok?" "Kalo nggak belajar, mau jadi apa besok?" Kalimat-kalimat tadi sesungguhnya udah sangat menyatu dengan kuping. Apa iya kesuksesan cuma ditentukan oleh faktor sekolah&belajar? Nyatanya ada kan sarjana tapi pengangguran? Banyak malah.
Cari kerjaan juga harus pake ijazah, formalitas sih sebenernya. Bukannya sekarang udah jaman modern? Bagus jeleknya nilai yang terpampang di ijazah juga bisa diatur, asal ada duit&kekuasaan.
Kalo menikah sih jodoh udah di tangan Tuhan, tapi masa iya kita cuma nungguin jodoh pemberian Tuhan datang dengan sendirinya? Jodoh sih emang di tangan Tuhan, tapi kita yang berusaha:)))
Masa iya siklus hidup cuma gitu-gitu aja? Bosen sama hari yang cuma muter-muter dari minggu ke minggu, dan gitu-gitu aja.
"Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka kamu termasuk orang yang beruntung. Jika hari ini sama dengan hari kemarin, maka kamu adalah orang yang sia-sia. Dan jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka kamu adalah golongan orang yang merugi."
Kata temen saya:
"Hidup itu kaya hubungan suami-istri, kadang dibawah kadang diatas."
"Hidup itu kaya diperkosa, kalo nggak bisa ngelawan yaudah nikmatin aja."
Jadi, apa sih sebenernya definisi hidup itu?
Sekolah&belajar, itu tuntutan sih. Mau nggak mau ya harus mau. Kepaksa nggak kepaksa ya harus dipaksa. Capek nggak capek ya harus tetep sekolah. "Kalo nggak sekolah, mau jadi apa besok?" "Kalo nggak belajar, mau jadi apa besok?" Kalimat-kalimat tadi sesungguhnya udah sangat menyatu dengan kuping. Apa iya kesuksesan cuma ditentukan oleh faktor sekolah&belajar? Nyatanya ada kan sarjana tapi pengangguran? Banyak malah.
Cari kerjaan juga harus pake ijazah, formalitas sih sebenernya. Bukannya sekarang udah jaman modern? Bagus jeleknya nilai yang terpampang di ijazah juga bisa diatur, asal ada duit&kekuasaan.
Kalo menikah sih jodoh udah di tangan Tuhan, tapi masa iya kita cuma nungguin jodoh pemberian Tuhan datang dengan sendirinya? Jodoh sih emang di tangan Tuhan, tapi kita yang berusaha:)))
Masa iya siklus hidup cuma gitu-gitu aja? Bosen sama hari yang cuma muter-muter dari minggu ke minggu, dan gitu-gitu aja.
"Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka kamu termasuk orang yang beruntung. Jika hari ini sama dengan hari kemarin, maka kamu adalah orang yang sia-sia. Dan jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka kamu adalah golongan orang yang merugi."
Kata temen saya:
"Hidup itu kaya hubungan suami-istri, kadang dibawah kadang diatas."
"Hidup itu kaya diperkosa, kalo nggak bisa ngelawan yaudah nikmatin aja."
Jadi, apa sih sebenernya definisi hidup itu?
Thursday, October 11, 2012
Setuju banget sama Einstein ._.)b
Ketika seseorang bertanya kepada Einstein, pertanyaan apa yang akan
diajukan kepada Tuhan bila dia dapat mengajukan pertanyaan itu, dia
menjawab,”Bagaimana awal mula jagad raya ini? Karena segala sesuatu
sesudahnya hanya masalah matematika.” Tapi setelah berpikir beberapa
saat, dia mengubah pikirannya lalu bilang,”Bukan itu. Saya akan
bertanya,”Kenapa dunia ini diciptakan?” Karena, dengan demikian saya
akan mengetahui makna hidup saya sendiri.”
Thursday, July 12, 2012
12/07/2012
"Hari yang tanpamu, tetaplah hari. Tetapi, nampak tanpa pagi." -@Karizunique
Saturday, May 12, 2012
A Better Friend-Hefner
"And there's no face I'd rather kiss than your sweet face."
Monday, May 7, 2012
Tapi aku ingin mati di sisimu sayangku,
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu
(Soe Hok Gie)
sombong itu perlu, arogan itu boleh
prinsip hidupnya ahmad dhani, keren banget.
prinsip hidupnya ahmad dhani, keren banget.
Monday, August 1, 2011
quotes
cinta itu datang dari hati, tidak pernah ada alasan mengapa aku bisa merasakannya. Tidak mencintai juga bukan berarti aku membenci. Tidak mencintai, aku tetap bisa merasakan suka dan sayang.
-little indian
-little indian
Sunday, June 26, 2011
quotes
quotes keren ini gua ambil dari @petikanbuku
penderitaan adalah ujian menuju pemahaman hidup yg lebih sempurna - Asa, malaikat mungilku
ini adalah sebuah inti dari buku yang berjudul 'Asa, malaikat mungilku'
dan di twitter sempat di RT ulfah:
penderitaan adalah ujian menuju pemahaman hidup yg lebih sempurna - Asa, malaikat mungilku
ini adalah sebuah inti dari buku yang berjudul 'Asa, malaikat mungilku'
dan di twitter sempat di RT ulfah:
Subscribe to:
Posts (Atom)

