Tuan, beribu rindu yang saya miliki tiba-tiba menguap dalam pertemuan singkat malam ini. Kau hadir kembali dalam semestaku, masih dengan tampang yang sama, masih dengan aroma yang senada, masih dengan senyum paling sempurna.
Tuan, aku suka bagaimana kita saling bercerita hingga jalanan tak seramah milik senja. Aku suka bagimana kita saling tertawa dalam detik detak jam yang hampir menunjukkan tengah malam. Aku suka bagaimana kita saling melirik malu-malu di kursi ruang tamu. Aku suka, pada setiap cara Tuhan memisah dan pertemukan kita—sampai waktunya nanti.
No comments:
Post a Comment