Thursday, January 3, 2013
Thursday, December 20, 2012
Gara-gara ngebo
MAKANYA KALO TIDUR TU JANGAN KAYA KEBO!! ┳━┳ԅ(╰ д╯)-σ
Rasanya pingin ngucap kalimat itu berulang-ulang, di depan kaca. Sampe aku pusing, pening, migrain, fertigo, dan nggak bisa berucap lagi *sorilebaysithik*
Aku bangun, lebih tepatnya terbangun, tanpa tau jam berapa sekarang. Mendung dan dingin. Entah kenapa hati tergerak untuk tidur lagi. Tapi aku memutuskan buat mencari hape. Ngobrak-abrik kasur dan dalam posisi masih tiduran megang guling. Aku buka hape, dan masyaAllah ini udah jam 12 siang dan banyak banget sms. Dan Dysa udah mencak-mencak nggak karuan. Aku udah berusaha minta maaf, tapi apadaya nggak dibales. Trus aku hidupin internet, dan banyak whatsapp langsung deliv ke aku. Hari ini aku janji sama anak kelas mau ke bonbin. Nah tapi malah ngepluk.
Buka twitter dan isi timeline cuma bikin nggerus. Mereka jadinya ke hutan pinus, mangunan, sama mie ayam mas yudi. Galih juga malah jadian sama Ela pas di hutan pinus. Berapa kebahagian yang aku lewatkan hari ini. Berapa kehangatan yang aku tinggalkan hari ini. Berapa keistimewaan yang aku acuhkan hari ini.
Aku whatsappan sama Faza, dia nyuruh aku buat tidur di tempatnya dan menggila bareng Sekar dan Lintang. Tapi aku nggak enak, dan gaada yang nganter pula. Have fun ya.
Tuesday, December 18, 2012
Pelangi Di Matamu
tanpa suara
dan aku resah
harus menunggu lama...
kata darimu
Mungkin butuh kursus
merangkai kata,
untuk bicara
dan aku benci
harus jujur padamu,
tentang semua ini
Jam dinding pun tertawa,
karna ku hanya diam dan
membisu
ingin kumaki
diriku sendiri, yang tak
berkutik di depanmu
Ada yang lain
disenyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak
ada pelangi
di bola matamu
dan memaksa diri
tuk bilang
aku sayang padamu (2x)
(seakan memaksa dan
terus memaksa)
Mungkin Sabtu nanti
kuungkap semua,
isi di hati
dan aku benci
harus jujur padamu
tentang semua ini......
Tuesday, December 11, 2012
Ketika Temanmu Aids
1. Jangan menjauh, tetaplah menjadi temannya. Memiliki teman dapat membesarkan harapan. Tunjukkan rasa simpati dan empatimu, bersamanyalah disaat suka maupun duka. Jangan takut, HIV tidak menular melalui bersentuhan.
2. Beritahu dulu saat ingin menjenguk, ada kalanya dia ingin sendiri. Tetaplah bertanya tentang keadaannya, tetapi jangan memaksa. Ada kalanya dia ingin curhat, mungkin juga tidak. Pengertian seorang teman besar sekali artinya.
3. Ajak temanmu untuk jalan-jalan dan melalukan kebiasaannya, tetap saja hormati keterbatasan fisiknya.
4. Ngobrol juga baik untuk kesehatan. Bicarakan hal-hal ringan dan menarik. Mungkin saja temanmu sudah bosan membicarakan penyakit, obat, dan dokter melulu.
5. Ada untuknya saja sudah memberikan ketenangan baginya. Tak harus bicara juga. Duduk bersama dan menemaninya menonton film atau mendengarkan musik. Banyak perasaan yang dapat ditunjukkan walau tanpa kata-kata.
6. Ada kalanya temanmu marah tanpa alasan yang jelas. Jangan kecil hati karenanya. Ingatlah, kadang rasa frustasi lebih mudah ditumpahkan pada orang yang dekat dengan kita. Mengertilah keadaannya, berilah semangat, dan bantu dia untuk tetap pada kontrolnya.
Menerima kenyataan bukan berarti kita kalah. Menerima kenyataan dapat mengurangi beban mental kita. Jangan lupa jaga dirimu. Perhatikan perasaanmu. Bagilah duka citamu, rasa marah dan tak berdaya, atau perasaan apa saja menghinggapimu. Hidup bukan untuk tenggelam dalam sedih. Semangat!:))
Saturday, December 8, 2012
Random
Thursday, November 29, 2012
Hidup
Sekolah&belajar, itu tuntutan sih. Mau nggak mau ya harus mau. Kepaksa nggak kepaksa ya harus dipaksa. Capek nggak capek ya harus tetep sekolah. "Kalo nggak sekolah, mau jadi apa besok?" "Kalo nggak belajar, mau jadi apa besok?" Kalimat-kalimat tadi sesungguhnya udah sangat menyatu dengan kuping. Apa iya kesuksesan cuma ditentukan oleh faktor sekolah&belajar? Nyatanya ada kan sarjana tapi pengangguran? Banyak malah.
Cari kerjaan juga harus pake ijazah, formalitas sih sebenernya. Bukannya sekarang udah jaman modern? Bagus jeleknya nilai yang terpampang di ijazah juga bisa diatur, asal ada duit&kekuasaan.
Kalo menikah sih jodoh udah di tangan Tuhan, tapi masa iya kita cuma nungguin jodoh pemberian Tuhan datang dengan sendirinya? Jodoh sih emang di tangan Tuhan, tapi kita yang berusaha:)))
Masa iya siklus hidup cuma gitu-gitu aja? Bosen sama hari yang cuma muter-muter dari minggu ke minggu, dan gitu-gitu aja.
"Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka kamu termasuk orang yang beruntung. Jika hari ini sama dengan hari kemarin, maka kamu adalah orang yang sia-sia. Dan jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka kamu adalah golongan orang yang merugi."
Kata temen saya:
"Hidup itu kaya hubungan suami-istri, kadang dibawah kadang diatas."
"Hidup itu kaya diperkosa, kalo nggak bisa ngelawan yaudah nikmatin aja."
Jadi, apa sih sebenernya definisi hidup itu?
Sunday, November 4, 2012
Baksos
Hari ini bertepatan juga dengan pelantikan tonti dan orasi calon ketua OSIS. Jadi anak-anak tonti juga bawa banyak bawaan yang bejibun. Saat aku sampe sekolah dan masuk kelas, suasanya lebih dari sekedar gaduh. Rame ngurusin macem-macem, rawut mawut-mawut. Pas pelajaran, pikiran anak baksos&tonti udah nggak bisa konek, pelajaran nggak ada yang masuk. Jadi sia-sia ada pelajaran hari ini.
Aku selesai pelajaran sekitar jam 11. Trus dilanjutin orasi di tengah lapangan. Aku niatnya mau nyekip dan ke rumah Dysa. Soalnya persiapan buat baksos belum mateng, lagipula aku pusing dan males dengerin orasi. Banyak yang mau keluar dari pintu depan, tapi malah dicegat sama satpam. Mau kabur lewat pintu belakang, eeeh malah ditutup rapat-rapat. Asem tenan. Trus aku sama Dysa, Nofal, sama Tofa muter-muter, dan akhirnya ketemu sama Fasya dan Jundi. "Fasyaaa, ayolah bantuin kita, kamu kan ketua baksos, kita belum siap-siap nih." "Junddddd, plis bantuin kita buat keluar, kamu kan ketua MPK, kita belum siap-siap." Blablabla, njuk akhirnya Jundi dan Fasya nemenin kita buat keluar. Jundi: "Biarin aja keluar yang baksos." Akhirnya kami bisa keluar, AAAAAAAAAAAA MAKASIH BANGET :)))))
Di rumah Dysa itu cuma wasting time banget. Yang berarti disana itu cuma numpang makan, pipis, dan ganti baju. Sama pembantunya Dysa kan dibikini indomie rebus, Dysa yang cabenya 3, dan aku dibuatin yang cabenya 1. Dan pas dimakan ternyata ketuker, kurang bejo opo jal-_- Njuk aku ganti baju, dan baju pramuka, buku pelajaran dan sepatuku tak titipin di rumah Dysa. Gek udah jam setengah 2, dan kita tu udah telfon taksi nganti jeleh dan kobong, tapi gaada yang waras. Si Fasya udah sms pula, ngumumin kalo udah mau berangkat. Pffft.
Njuk akhirnya kita berangkat dengan buru-buru pake motor. Pas udah mau sampe sekolah, ternyata hapenya Dysa ketinggalan. Asem, trus kita pulang lagi ngambil hape. Motornya ditinggal di sekolah. Kita tu telat, yang lainnya udah pada duduk-ria di bis, tapi aku sama Dysa tu masih mumet, udah kehabisan tempat. Akhirnya aku, Dysa, Balqis, Dewi, Rifka itu duduk di bis cowok.
Ternyata yang duduk di belakangku itu Mas Fata dan Mas Fachruddin. Njuk akhirnya aku sama Dysa ngobrol panjang lebar sama Fata nganti kesel. Dan si Fachruddin tu cuma diem, sms-an doang, entah jaim atau apa, aku gatau.
Pas aku selonjor di atas kakinya Dysa, tbtb Fachruddin bilang gini, "Dek dek ditutupin kakinya, mengganggu konsentrasi hidup blablabla."
Njuk aku sama Dysa tu ngguyu, ketoke aku nggak salah apa-apa deh, ketoke aku pake rok panjang, ketoke aku pake legging panjang sampe mata kaki. Ya mungkin karena telapak kakiku terbuka kali ya wkwk
Njuk sikutku sandaran di atas kursinya, dan Fachruddin bilang lagi, "Dek dek sikutnya......"
Aku, Dysa, Fata tu cuma bengong. Sumpah bengong banget.
Aku&Dysa, "Lha emangnya kenapa mas?" *dengan wajah super bengong*
Fachruddin, "Jangan pamer kelek."
Aku, "Ketoke keleku tu nggak diatas deh mas-_____- Oiya, jangan gitu, mas Fachruddin kan rohis kenthel wakakakaka."
Setelah sampai Tepus, Gunung Kidul, semua kegiatan nggak bisa digambarkan dengan kata-kata. Gilaaaa seru abis.
